Serban 2018

 

 

Berikut Merupakan Deskripsi Daerah Sebar Qurban tahun 2018

 

Palembang

Merupakan desa dengan mayoritas petani dan buruh jahit sehingga penghasilan mereka menengah kebawah. Dengan jumlah penduduk yang padat tidak sebanding dengan orang yg berkurban sehingga tidak jarang warga tidak mendapatkan daging kurban, dan kalaupun ada di antara mereka mendapatkannya hanya sedikit sekali

 

Lampung

Merupakan desa dengan mayoritas petani dan buruh berpenghasilan menengah kebawah ,untuk mendapatkan panen setiap tahunnya petani banyak meminjam modal kepada rentenir. untuk bisa menyembelih hewan qurban. masyarakat tersebut harus memelihara hewan beberapa tahun. Serta bagi yang mampu diadakan iuran secara bergilir agar masyarakat bisa menyembelih hewan qurban setiap tahun seperti layaknya kaum muslimin.

 

Jakarta

Merupakan Ladang yang tepat untuk berbagi dari keluarga besar EMIISc Jakarta, sebagai media syiar dakwah sunnah dan silaturrahim dengan lingkungan sekitar EMIISc dengan mengikat hati mereka

 

Bogor

Merupakan Desa terisolasi, penduduknya miskin. Penduduknya sedikit yang sekolah karna jarak sekolah bisa ditempuh ± 5 km dengan jalan kaki. Sebagian penduduknya pergi ke Jakarta hanya untuk mendapatkan daging qurban ketika Idul Adha

 

Bandung

Merupakan Desa miskin dan konsumtif, jarang yang berqurban karena tidak mampu, untuk makan daging bisa setahun sekali. infrastruktur masih tertinggal ,pendidikan masih dalam pengembangan, pemahaman agama mulai tumbuh.

 

Tasikmalaya

Tiga tahun terakhir hampir tidak diadakan qurban sehingga sangat bermanfaat jika diadakan sebar qurban, jumlah penduduk relatif padat, serta peluang sebagai ladang dakwah

 

Pemalang

Merupakan desa dengan perekonomian, pendidikan dan infrastruktur yang cukup maju, namun kesadaran untuk berkurban masih minim, tahun lalu hanya 2 kambing saja, dibagi menjadi sekitar 80-100 bagian, 1 bagiannya sangat sedikit sekali

 

Cirebon  

mayoritas warga desa tersebut adalah petani dan buruh berpenghasilan menengah kebawah, untuk mendapatkan panen setiap tahunnya petani banyak yg meminjam modal kepada rentenir. untuk bisa mendapatkan hewan Qurban mereka harus jalan kaki beberapa kilo meter ke masjid itupun jika beruntung masih mendapat bagian.

 

Yogyakarta

mayoritas warga desa tersebut adalah petani dan berpenghasilan menengah kebawah. untuk bisa menyembelih hewan qurban yaitu dengan mengadakan iuran satu tahun sebelumnya supaya terkumpul Rp.400.000,- perkepala, Namun nyatanya tidak semua kepala keluarga mampu untuk mengikuti iuran qurban tersebut sehingga saat hari raya, tidak semua warga yang mengikuti iuran dapat memenuhi biaya qurban

 

Kruak,  Lombok  Timur

Perekonomian relatif ke bawah namun masih ada yang berqurban. Hanya saja disana setiap orang yang ingin mendapatkan daging qurban harus membeli dari yang menyembelih. Berapa banyaknya tergantung uang yang tersedia. jika tidak tunai maka berhutang.

 

Dompu, Bima

Hampir tidak diadakan qurban meskipun rata-rata warga memiliki peternakan. Daerah tersebut merupakan Peluang sebagai ladang dakwah dengan memberikan teladan akan mulianya berqurban karena Allah